Jumat, 30 November 2012

GADGET TERBARU

Posted by Rizki Hayati Tanjung 07.44

Yang menjadi pertimbangan seseorang saat membeli sebuah flashdisk tentu saja bukan karena bentuk, ukuran atau kapasitas saja, tetapi juga masalah kecepatan transfer data. Untuk itulah Sandisk telah meluncurkan tiga buah flash disk beberapa waktu lalu yang diklaim sebagai flash disk dengan kapasitas terbesar, ukuran paling tipis dan kecepatan transfer data yang luar biasa.                                                                                                              
 Yang pertama adalah Sandisk Cruzer Pop USB Flash Drive yang diklaim sebagai flash disk paling tipis yang dimiliki oleh Sandisk. Desain Sandisk Cruzer Pop bisa dibilang lebih modern. Flash disk ini tersedia dalam ukuran kapasitas 4GB sampai 32GB, dengan harga bervariasi,  mulai dari Rp 50.000 sampai Rp 275.000.
 
                              Sandisk Cruzer Pop
 
Yang kedua adalah Sandisk Cruzer Glide yang merupakan flash disk dengan kapasitas terbesar yang dimiliki oleh SanDisk. Flash disk ini tersedia dalam kapasitas 128 Gigabyte dengan harga Rp 960.000. Anda akan memperoleh garansi selama 5 tahun dengan membeli flash disk ini.
Sandisk Cruzer Glide


 
Yang terakhir adalah SanDisk Extreme USB Flash Drive yang diklaim sebagai flash disk tercepat yang dimiliki oleh Sandisk. Flash disk ini menggunakan koneksi USB 3.0. flash disk ini diklaim bisa memindahkan data 10x lebih cepat dibandingkan dengan flash disk lainnya.                                                                                                        
SanDisk Extreme USB Flash Drive bisa memindahkan file atau data maksimum 190MB per detik. Jadi, flash disk ini hanya membutuhkan waktu 20 detik untuk mentransfer file berukuran 3GB atau empat menit untuk file berukuran total 40GB.


                                                                   Sandisk Extreme

SanDisk Extreme USB flash drive didukung garansi seumur hidup dan akan dijual mulai dari Rp 299.000 (16GB) sampai Rp 950.000 (64GB).

Selasa, 20 November 2012

Belajar Algoritma Dasar.

Posted by Rizki Hayati Tanjung 00.40

Notasi Penulisan Algoritma                                                                            
Penulisan algoritma tidak tergantung dari spesifikasi bahasa pemograman dan komputer yang mengeksekusinya. Notasi algoritma bukan notasi bahasa pemograman, tetapi dapat diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa pemograman. Berikut adalah contoh notasi algoritma
  • Notasi yang dinyatakan dalam kalimat deskriptif                                                      Dengan otasi ini , deskriptif setiap langkah dijelaskan dengan bahasa yang jelas. Notasi ini cocok untuk algoritma yang pendek. Tapi untuk masalah algoritma yang panjang, notasi ini jelas kurang effektif. Selain itu pengkonversian notasi algoritma ke notasi bahasa program cendrung agak susah.
    Contoh:
    Algoritma mencari luas persegi panjang ;                                                                   Diketahui panjang dan lebar sebuah persegi panjang. Carilah luas dan keliling persegi panjang.
Deskripsi :
1.      Input panjang persegi panjang.
2.      Input lebar persegi panjang.
3.      Cari luas persegi panjang dengan rumus; panjang kali lebar.
4.      Cari keliling persegi panjang dengan rumus; dua kali sisi panjang ditambah dua kali sisi lebar.
5.      Keluarkan luas dan keliling sebagai output..
6.      Penghitungan selesai.
  • Flow chart
  • Flow chart atau bagan alir merupakan gambar atau bagan yang memperlihatkan urutan dan hubungan antar proses beserta instruksinya. Gambaran ini dinyatakan dengan simbol. Dengan demikian setiap simbol menggambarkan proses tertentu. Sedangkan hubungan antar proses digambarkan dengan garis penghubung.
    Flowchart ini merupakan langkah awal pembuatan program. Dengan adanya flowchart urutan poses kegiatan menjadi lebih jelas. Jika ada penambahan proses maka dapat dilakukan lebih mudah. Setelah flowchart selesai disusun, selanjutnya pemrogram (programmer) menerjemahkannya ke bentuk program dengan bahasa pemrograman.
Notasi penulisan algoritma dengan flow chart cocoknya untuk algoritma yang pendek. Sementara untuk masalah algoritma yang panjang, notasi ini kurang effektif dan penkorversian notasi algoritma ke notasi bahasa pemograman cendrung agak sukar.


  • RSS
  • Delicious
  • Digg
  • Facebook
  • Twitter
  • Linkedin
  • Youtube